Jangan Grogi, Ini Cara Lewati Tanjakan Ekstrem Pakai Mobil Matik

Mobil yang dipakai libur akhir tahun hampir bisa dipastikan muatannya full oleh orang dan barang. Makanya banyak mobil yang kelihatan mendongak karena bagian depannya terangkat. Bagaimana ketika mobil tersebut diajak menanjak, seperti ketika kamu berlibur ke wilayah pegunungan yang asri? Mampukah mobil Toyota kesayangan mengeksekusi tanjakan panjang tanpa kesulitan?

Bisa saja, sepanjang kamu paham strateginya. Saat menanjak, otomatis distribusi beban langsung pindah ke belakang. Semakin curam tanjakannya, semakin jauh ke belakang. Hal ini jelas menyulitkan mobil masa kini yang rata-rata menggunakan sistem penggerak roda depan lantaran ban depan jadi mudah kehilangan traksi. Meski begitu, ini malah jadi makanan empuk mobil penggerak roda belakang seperti Toyota Avanza lantaran daya cengkeram bertambah dengan pindahnya titik berat ke belakang.

Oleh sebab itu, kamu harus bisa mengail torsi dengan baik dan menjaga agar mobil tidak kehabisan momentum di tengah tanjakan. Terutama untuk mobil matik yang punya mechanical lost cukup tinggi. Untuk mobil matik konvensional, cara menjaga torsi terbilang mudah. Cukup arahkan tuas transmisi ke posisi L atau 1, maka gigi transmisi akan bertahan di gigi 1.

Matikan AC agar beban mesin lebih ringan. Selanjutnya kamu tinggal menekan pedal gas secara halus dan biarkan ban mobil mulai mencari daya cengkeram. Jangan ditekan habis karena mobil akan kian mendongak karena gaya dorong ke belakang dan ban depan semakin sulit mendapatkan traksi. Jaga injakan pedal gas sekitar setengah dan biarkan mobil terus meluncur memanfaatkan momentum.

Tambah sedikit kalau dirasa mulai kekurangan daya dan kurangi bila daya luncurnya semakin kuat. Tetap sabar dan jaga irama mesin hingga tanjakan berakhir. Segera pindah tuas transmisi ke D bila sudah melalui tanjakan untuk memberikan transmisi mobil kamu kesempatan untuk “bernafas”. Beberapa mobil CVT juga masih menggunakan pola serupa.

Bedanya, kamu harus lebih sabar saat start karena respons transmisi sabuk baja ini relatif lebih lambat. Kuncinya adalah ban depan mobil kamu harus mendapatkan traksi yang optimal. Jika mobil kamu sudah ada mode berkendara dan tidak ada pilihan gigi L atau 1, posisikan tuas transmisi di S atau Sport.

Aktifkan kontrol traksi agar torsi mobil diberikan pada ban dengan traksi paling optimal. Lakukan kickdown untuk memberi arahan pada komputer bahwa kamu butuh torsi besar dan menjaga transmisi tetap berada di gigi rendah atau gigi 1. Saat mobil berjalan, jaga irama seperti di matik konvensional. Sementara jika ada mode manual, kamu tinggal arahkan transmisi ke gigi 1 dan perlakukan mobil seperti arahan di atas.

Sebenarnya kamu tetap bisa menanjak dengan tetap memposisikan tuas transmisi di D. Tinggal kickdown, dan ikuti petunjuk di atas. Masalahnya adalah kamu harus paham karakter perpindahan gigi mobil kamu. Salah menjaga irama, gigi akan pindah ke posisi lebih tinggi dan kehilangan momentum. Selain sabar, hal lain yang tak kalah penting adalah jangan grogi. Karena bila grogi, maka segala teori yang ada di pikiran akan lenyap dan kamu kehilangan kendali atas mobil.

Artikel Lainnya

Ini Sebab Kamu Tidak Boleh Remehkan Waktu Ganti Oli Mesin

Ibarat darah manusia, oli mesin punya peran sangat penting dalam kehidupan mesin mobil. Tanpa oli, dijamin mesin mobil kamu akan langsung berhenti bekerja. Melihat pentingnya…

Toyota Siapkan Mobil Listrik Baru

Toyota mengatakan akan menawarkan lebih dari 10 model mobil listrik secara global di awal tahun 2020-an. Sebuah target yang bisa dicapai dengan menjalin kerja sama…

Toyota Camry 2019 Terbaru Diluncurkan Dengan Membawa 2 Pilihan Mesin

Kejutan di awal tahun! Toyota Camry terbaru resmi diluncurkan pada hari ini, Selasa (8/1/2019) di Komplek Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta. “Mengawali tahun 2019 ini, kami…